Indeks Udara Lubuklinggau Capai 160, Sekolah Diminta Siaga


 

LUBUKLINGGAU - Kondisi kualitas udara di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menjadi perhatian setelah hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan indeks udara sempat mencapai 160.


Data tersebut diperoleh melalui aplikasi Pantau Juara milik DLH Kota Lubuklinggau.


Kepala DLH Kota Lubuklinggau, Ir. H. Ardi Irawan, ST., M.Ling, menjelaskan bahwa berdasarkan acuan nasional, angka ISPU 101–200 masuk kategori “Tidak Sehat”. Pada kategori tersebut, kualitas udara dinilai dapat memberikan dampak merugikan, terutama bagi manusia atau kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.


Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Lubuklinggau telah mengambil langkah antisipasi. Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk menyampaikan surat imbauan kepada seluruh sekolah.


Pemerintah kota juga memastikan kondisi udara akan terus dipantau. Apabila kualitas udara semakin memburuk, opsi pembelajaran secara daring dapat dipertimbangkan.


Untuk saat ini, pembelajaran daring belum diberlakukan secara menyeluruh. Pemerintah masih melihat perkembangan kualitas udara, kesiapan masing-masing sekolah, serta meminta adanya koordinasi dengan Dinas Kesehatan.


Dalam surat imbauan tersebut, kepala sekolah diberikan ruang untuk mengambil langkah pembelajaran daring apabila kondisi polusi semakin buruk. Namun, keputusan tersebut harus dilaporkan kepada Disdikbud secara berkelanjutan.


Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik apabila kualitas udara di Lubuklinggau mengalami penurunan lebih lanjut.


Masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan kualitas udara dan memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya anak-anak serta kelompok yang sensitif terhadap polusi. (Redaksi)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama